Selasa, 27 Desember 2016

Manusia Indonesia seutuhnya



     Dalam Q.S. Hud ayat 61, Allah berfirman “Dan kepada Tsamuh (kami utus) saudara mereka shaleh. Shaleh berkata :”hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurannya, kepada itu mohonlah ampunan-nya. Kemudian bertaubatlah kepadanya, sesungguhnya tuhanku amat dekat (rahmat-nya) lagi memperkenankan (doa hamba-nya). Dari ayat tersebut kita dapat memaknai bahwa manusia adalah khalifah (mandataris) tuhan di muka bumi yang berfungsi mewujudkan kemakmuran universal. Seorang khalifah (pemimpin) seharusnya melaksanakan tanggungjawab dengan sebaik-baiknya agar semua masyarakat dapat merasakan keadilan yang merata serta menuju kearah yang lebih baik. Manusia indonesia seutuhnya adalah manusia berwatak ruhani yang bertanggung jawab terhadap kemaslahatan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Dalam memerankan fungsi kekhalifahan itu, seorang pemimpin perlu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) untuk mengelola sumber daya alam beserta isinya. Indonesia dianugerahkan oleh Tuhan sumberdaya yang melimpah, dari sektor pertanian, pertambangan, perkebunan, kelautan, dan yang lainnya. Untuk itu perlunya mengelola itu semua agar teroptimalisasi segala sumberdaya alam yang ada dengan sebaik-baiknya.
  
    Dengan Sumber daya alam yang melimpah, kita sebagai warga negara seharusnya berusaha menemukan manfaat atau nilai tambah dari sumber daya alam yang diberikan Allah agar itu semua tidak menjadi sia-sia. Kekayaan Indonesia harus dimobilisasi secara seimbang dan berkelanjutan. Memanfaatkan sumberdaya yang ditersedia secara kreatif dengan membangun hubungan baik dengan orang lain, dapat meningkatkan kualitas hidup dan kemakmuran rakyat.
 
    Jadi manusia Indonesia seutuhnya adalah yang bisa memanfaatkan dan mengoptimalkan segala sumberdaya alam yang ada serta menjaga dan merawatnya dengan sebaik mungkin agar terhindar dari tangan-tangan jahil yang ingin merusaknya demi kepentingan pribadi atau golongan.
Dari segi budaya, kita adalah bangsa yang kaya dengan beragam suku bangsa dan etnik. Kewajiban kita bersama adalah mempelajari serta melestarikannya agar kebudayaan Indonesia tetap lestari. Sebagai generasi muda kita harus menunjukan kepedulian kita terhadap budaya Indonesia.



Referensi : Buku Lingkar Studi Pekanan (LSP) Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) UNTIRTA
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar