Dalam Q.S. Hud ayat 61, Allah berfirman “Dan kepada
Tsamuh (kami utus) saudara mereka shaleh. Shaleh berkata :”hai kaumku,
sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain dia. Dia telah
menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurannya, kepada
itu mohonlah ampunan-nya. Kemudian bertaubatlah kepadanya, sesungguhnya tuhanku
amat dekat (rahmat-nya) lagi memperkenankan (doa hamba-nya). Dari ayat tersebut
kita dapat memaknai bahwa manusia adalah khalifah (mandataris) tuhan di muka
bumi yang berfungsi mewujudkan kemakmuran universal. Seorang khalifah
(pemimpin) seharusnya melaksanakan tanggungjawab dengan sebaik-baiknya agar
semua masyarakat dapat merasakan keadilan yang merata serta menuju kearah yang lebih
baik. Manusia indonesia seutuhnya adalah manusia berwatak ruhani yang
bertanggung jawab terhadap kemaslahatan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Dalam memerankan fungsi kekhalifahan itu, seorang
pemimpin perlu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) untuk mengelola
sumber daya alam beserta isinya. Indonesia dianugerahkan oleh Tuhan sumberdaya
yang melimpah, dari sektor pertanian, pertambangan, perkebunan, kelautan, dan
yang lainnya. Untuk itu perlunya mengelola itu semua agar teroptimalisasi segala
sumberdaya alam yang ada dengan sebaik-baiknya.
Dengan Sumber daya alam yang melimpah, kita sebagai
warga negara seharusnya berusaha menemukan manfaat atau nilai tambah dari
sumber daya alam yang diberikan Allah agar itu semua tidak menjadi sia-sia. Kekayaan
Indonesia harus dimobilisasi secara seimbang dan berkelanjutan. Memanfaatkan
sumberdaya yang ditersedia secara kreatif dengan membangun hubungan baik dengan
orang lain, dapat meningkatkan kualitas hidup dan kemakmuran rakyat.
Jadi manusia Indonesia seutuhnya adalah yang bisa
memanfaatkan dan mengoptimalkan segala sumberdaya alam yang ada serta menjaga
dan merawatnya dengan sebaik mungkin agar terhindar dari tangan-tangan jahil
yang ingin merusaknya demi kepentingan pribadi atau golongan.
Dari segi budaya, kita adalah bangsa yang kaya
dengan beragam suku bangsa dan etnik. Kewajiban kita bersama adalah mempelajari
serta melestarikannya agar kebudayaan Indonesia tetap lestari. Sebagai generasi
muda kita harus menunjukan kepedulian kita terhadap budaya Indonesia.
Referensi : Buku Lingkar Studi Pekanan (LSP) Matakuliah
Pengembangan Kepribadian (MPK) UNTIRTA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar